28 Perjanjian Dagang Buka Peluang Ekspor Otomotif Bagian 2

Sementara itu, pabrikan nasional cenderung membuat multi-purpose vehicle (MPV) tujuh penumpang. “Karena permintaan MPV di dalam negeri paling tinggi, sehingga pabrikpabrik disiapkan untuk itu,” kata dia. Untuk mengerek produksi sedan dan SUV agar seimbang dengan MPV, Harjanto mengatakan skema baru pajak pertambahan nilai barang mewah (PPNBM) segera terbit. Dalam aturan tersebut, basis penghitungan PPNBM didasarkan pada emisi kendaraan, bukan dari modelnya.

Dengan cara tersebut, kata Harjanto, diharapkan harga jual MPV, sedan, dan SUV bisa proporsional dan pasarnya merata. “Produksi sedan dan SUV semakin besar, ekspor pun bisa berjalan,” ujar dia. “Aturan itu akan rampung beberapa bulan ke depan.” Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, mengatakan tengah menunggu terbitnya aturan PPNBM yang baru. Selain itu, kata dia, upaya ekspor menunggu hasil negosiasi dengan negara mitra. “Kita harus perjuangkan,” ujar dia.

Ekonom dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai pakta perdagangan yang dijalin pemerintah masih sebatas dengan negara berkembang, dengan kemampuan devisa terbatas. Walhasil, kata dia, penetrasi produk bernilai tinggi seperti kendaraan relatif sulit. Untuk menyiasatinya, Faisal menyarankan agar pemerintah mendirikan trading arm atau perusahaan perdagangan untuk membantu negara tujuan meraih devisa, yang ujungnya bisa untuk membayar ekspor kendaraan. “Seperti memfasilitasi barter komoditas mereka dengan kendaraan,” ucap dia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *