28 Perjanjian Dagang Buka Peluang Ekspor Otomotif

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Harjanto, mengatakan peluang ekspor kendaraan bermotor dan komponennya semakin besar setelah pemerintah membuka 28 rencana perdagangan bebas (free trade area/FTA) bilateral dan multilateral. Pada tahun ini, kata dia, ada 19 kerja sama perdagangan bebas bilateral dan 9 pakta multilateral yang sedang dinegosiasi.

“Negosiasi FTA sangat penting sebagai upaya perluasan pasar,” kata dia saat ditemui seusai acara The 13th Gaikindo International Automotive Conference di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, kemarin. Dari 19 rencana FTA multilateral, tujuh di antaranya sudah berjalan dan menjalani review. Sedangkan 12 lainnya memasuki fase negosiasi awal. Selain itu, ada enam FTA multilateral yang sedang berjalan dan tiga lainnya masih dalam proses negosiasi.

Harjanto mengatakan salah satu FTA yang potensial untuk sektor otomotif adalah dengan Australia. Menurut dia, pemerintah tengah menegosiasi imbal balik perdagangan kendaraan bermotor dengan produk susu dari Negeri Kanguru itu. “Kami minta pasar untuk otomotif dibuka karena di sana sedang ada peluang. Sebaliknya, kami pun memperlebar pasar untuk susu karena memang komoditas itu dibutuh kan di dalam negeri,” ujar dia.

Jika upaya tersebut terwujud, Harjanto memperkirakan ada tambahan ekspor dari 230 ribu unit per tahun menjadi 250-300 ribu unit. Selain kendaraan utuh, kata dia, ekspor komponen digenjot untuk menarik minat negara tujuan. “Ekspor komponen menawarkan nilai tambah bagi industri mereka.” Namun, kata Harjanto, produsen kendaraan menghadapi tantangan lantaran produk yang laris di pasar ekspor adalah sedan dan sport utility vehicle (SUV).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *