Yang terbuang ternyata masih bisa dimanfaatkan. Bahkan, dengan memanfaatkannya, ada keuntungan lebih yang dapat anda peroleh. Setiap hari, setiap rumah menghasilkan limbah. Limbah ini bukan hanya sampah dari dapur atau halaman, tapi juga limbah cair dari kamar mandi dan limbah setengah padat dari WC. Saat ini, jumlah penduduk Jakarta mencapai 12,1 juta jiwa. Bayangkan, berapa banyak limbah yang dihasilkan semua penduduk di Jakarta setiap harinya.

Baca juga : harga genset Yanmar

Mungkin sebagian orang berpikir, tugas pemerintahlah untuk mengatasi persoalan limbah. Namun tak ada salahnya kita mulai dari diri kita sendiri, mengelola limbah rumah tangga dengan baik, dan bahkan memanfaatkan limbah ini untuk keperluan sehari-hari. “Memanfaatkan limbah rumah tangga tidak hanya menjaga lingkungan Anda, tetapi memiliki nilai ekonomis,” ucap Ida Amal pencetus Akademi berkebun dan Banten Berkebun.

Misalnya, dari limbah plastik, Anda dapat membuat tas-tas, pot bunga, aksesori interior, dan lain sebagainya. Selain bisa dimanfaatkan, kerajinan ini dapat Anda jual dan menambah kantong-kantong keuangan Anda dan keluarga. Selain itu, limbah-limbah organik seperti bekas sayuran dapat dibuat kompos yang tak hanya dapat Anda gunakan sendiri, tetapi dapat dijual juga. Lantas, bagaimana cara memanfaatkan limbah-limbah ini?

Membedakan Sampah Organik dan Anorganik

Ternyata, masih banyak orang yang masih tidak mengetahui tentang sampah organik dan anorganik. Padahal, dari sinilah pemanfaatan sampah bisa dilakukan secara maksimal. “Sampah organik adalah sampah basah yang ada di rumah. Seperti sayuran basi dan nasi basi. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah-sampah yang dapat didaur ulang seperti botol, kaleng, dan jenis-jenis lainnya,” ucap Prakoso, Pencetus Bank Sampah Malaka Sari dan Ketua Jakarta Aksi Lingkungan Hidup Indah.

Ida Amal menerangkan hal yang senada, bahwa sampah organik adalah sampah yang bisa diurai dengan alam seperti sayuran, sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak bisa diurai alam, seperti plastik dan sejenisnya. “Kedua sampah ini bisa dimanfaatkan bila si pemilik sampah pintar memilah sampah. Sampah organik bisa dibuat kompos, sementara yang anorganik bisa dikelola ulang,” ucap Ida. Jadi, jika Anda hendak membuang sampah, sebaiknya pisahkan kedua jenis sampah ini agar penanganannya maksimal. Caranya, dengan menyediakan 2 tempat sampah di rumah.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *