Megap Megap Dihantam Baja

Produsen baja nasional sudah lama kerepotan mengh adapi serbuan pemain baja Cina. Sejak masuk Indonesia pada 2010, pelebur baja skala kecil dari Negeri Panda itu terus tumbuh. Mereka boyongan ke Indonesia setelah pemerintah Cina menutup 2.000 pabrik baja dan semen yang dianggap tidak ramah lingkungan, boros energi, dan tidak memenuhi standar keselamatan. Kini, setelah hampir tujuh tahun berlalu, industri baja dalam negeri mulai gelagapan menghadapi baja-baja murah dari pabrik skala kecil itu. BAJA MENTAH DUNIA (2016, 1,630 miliar ton) Cina 49,6% Asia Lainnya 13,1% Uni Eropa 9,9% NAFTA 6,7% Jepang 6,4% CIS 6,3% Eropa Lainnya 2,3%.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *