Proses Uji Materi Pasal Perkawinan Mandek bag2

Menurut Maidina, aturan itu kontradiktif dengan semangat perlindungan anak. Indonesia telah meratifikasi konvensi Hak Anak dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 dan mengesahkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Aturan itu mendefinisikan anak sebagai orang yang belum berusia 18 tahun. Tak hanya itu, aturan tersebut mengatur peran serta orang tua dalam mencegah perkawinan anak sebagaimana tertuang pada Pasal 26 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Menurut Maidina, Pasal 7 ayat 1 UndangUndang Perkawinan telah memicu terjadinya banyak perkawinan anak di bawah umur. Misalnya di Bantaeng, Sulawesi Selatan, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun menikah dengan perempuan 17 tahun pada akhir bulan lalu. Ia juga mencatat, sebelumnya sudah ada tiga kasus perkawinan anak di Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. “Maka dari itu kami meminta MK menyamakan kedudukan antara lakilaki dan perempuan di usia perkawinan minimal 19 tahun,” kata dia. Komisioner Bidang Kesehatan dan Napza Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Sitti Hikmawaty, mengatakan tingginya angka perkawinan anak di bawah umur tak lepas dari faktor budaya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *