? BEKERJA/BEROLAHRAGA TERLALU BERAT Bekerja/berolahraga memang bikin tubuh sehat dan bahagia, tetapi bila dilakukan secara berlebihan justru bisa membahayakan kesehatan. Selain membuat tubuh jadi lelah, juga akan memengaruhi produksi dan kerja hormon reproduksi yang mengatur siklus haid. Saat tubuh terlalu lelah, produksi hormon kortisol naik, sama seperti saat Mama sedang stres. Bahkan, jika pola aktivitas fisik seperti ini diteruskan, akhirnya produksi sel telur juga terganggu dan menyebabkan haid tidak datang sama sekali.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

? GANGGUAN POLA MAKAN Pernah mendengar istilah bulimia dan anoreksia, kan, Ma? Gangguan pola makan akibat keinginan langsing yang berlebihan ini, bisa mengganggu hormon. Pasalnya, keterbatasan kalori dalam tubuh menghalangi pelepasan hormon yang dibutuhkan dalam proses ovulasi.

? BERAT BADAN EKSTREM TIDAK IDEAL Terlalu kurus/gemuk ataupun penambahan/penurunan BB secara cepat dan drastis, bisa membuat metabolisme tubuh dan produksi hormon terganggu. Semua organ di dalam tubuh kita perlu asupan gizi seimbang agar bisa bekerja dengan benar. Nah, mulai sekarang, atur pola makan, ya, Ma. Makanan yang dikonsumsi harus bergizi dan porsinya sesuai dengan kecukupan gizi yang dibutuhkan, apalagi jika Mama masih memberikan ASI. Jangan tergoda cepat-cepat langsing, ya, Ma. Kalau Mama mau menurunkan berat badan, lakukan secara perlahan dan yang penting gizi Mama harus tetap cukup.

? SINDROM OVARIUM POLIKISTIK Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) alias sindrom ovarium polikistik berhubungan dengan abnormalitas kadar hormon testosteron dan insulin dalam darah. Mama dengan sindrom ini tidak melepaskan sel telur matang dari ovarium, tetapi sel telur malah membentuk kista kecil di ovarium. Selain menyebabkan periode haid tidak teratur atau bahkan tidak mengalami haid sama sekali, sindrom ini juga dapat menyebabkan kemandulan. Namun. Mama jangan khawatir, sindrom ini bisa disembuhkan, kok. Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter jika waktu terlambat haid sudah lebih dari dua minggu atau berulang dan hasil tes kehamilan negatif.

? SALAH HITUNG Siklus dihitung dari hari pertama haid sampai hari terakhir sebelum haid di bulan berikutnya. Jadi, pastikan hitungan Mama benar, ya. Jika tanggal haid bulan berikut mundur atau maju, selama masih dalam kisaran 24-35, belum bisa dikategorikan pasti “ada apa-apa”, ya, Ma. Tunggu saja dan lihat, apakah seminggu setelah 35 hari, haid datang atau tidak. Bila tidak, baiknya periksakan ke dokter, ya, Ma. Intinya, terapkan pola hidup sehat dan seimbang, ya, Ma. Jika Mama sudah menerapkannya, tetapi jadwal haid masih belum teratur, masih sering datang terlambat, baiknya konsultasikan kepada ke dokter. Nanti dokter akan memeriksa dan menentukan penyebab sebenarnya keterlambatan haid yang Mama alami, sehingga bisa segera ditangani dengan cara yang tepat dan kehamilan yang dinantikan pun bisa terwujud.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *