Sebaiknya Mama melakukan survei ke rumah sakit tersebut untuk menanyakan biaya melahirkan di sana. Meski berencana melahirkan secara normal, tanyakan juga berapa biaya melahirkan dengan operasi sesar. Lebih baik ada cadangan dana berlebih daripada kurang, bukan? Dari hasil survei, Mama sudah bisa menghitung berapa biaya persalinan yang dibutuhkan.

Baca juga : Kerja di Jerman

Misal, perkiraan biayanya sebesar Rp20 juta. Jika Mama Papa sama sekali belum memiliki tabungan khusus untuk persalinan, artinya harus mengalokasikan dana sebesar itu selama sembilan bulan ke depan. Sisihkan uang sekitar Rp2,3 juta per bulan ke dalam tabungan tersendiri. Kebutuhan dana persalinan ini harus menjadi prioritas utama selama sembilan bulan ke depan. Jika dana terbatas, harus ada pos-pos pengeluaran yang dikurangi, bahkan disetop dalam periode tersebut.

Diskusikan bersama, pos-pos mana saja yang biasanya menelan biaya lebih banyak dan apa yang dapat dilakukan untuk menguranginya. Biasanya, saat kita perlu melakukan penghematan, pos biaya gaya hidup yang bisa pertama kali dikurangi atau dihilangkan. Contoh, jika biasa nonton bioskop setiap akhir minggu, maka selama sembilan bulan ke depan, hobi ini bisa dihentikan dahulu. Pengeluaran untuk pos transportasi bulanan juga umumnya tinggi.

Bila Mama Papa biasanya pergi ke kantor menggunakan mobil pribadi, mungkin dengan beralih menggunakan kereta commuter atau menggunakan sistem carpool (saling menebeng) dengan tetangga akan jauh lebih hemat. ‘ TABUNGAN TERSENDIRI Uang yang disisihkan dari penghasilan untuk dana persalinan sebaiknya disimpan di tabungan tersendiri. Pisahkan dari tabungan yang biasa dipakai untuk dana operasional bulanan.

Karena waktu sembilan bulan terhitung pendek, tidak disarankan menggunakan produk investasi yang risikonya tinggi untuk mengumpulkan dana persalinan yang dibutuhkan. Contoh, reksadana saham. Nilai keuntungan dana yang kita investasikan melalui reksadana saham mengikuti harga saham saat itu. Jika harga saham sedang tinggi, otomatis keuntungan kita juga akan tinggi.

Sebaliknya, jika harga saham sedang jeblok, maka nilai investasi kita pun bisa berubah negatif. Produk investasi yang memberikan kemungkinan keuntungan tinggi, biasanya juga berisiko tinggi. Produk investasi jenis ini lebih cocok dipakai untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang, di atas 10 tahun.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *